Kamis, 10 Mei 2012

Teknik Sampling


Paper ini berisi uraian mengenai metode sampling atau teknik-teknik sampling yang disertai analisa kritis terkait metode sampling. Selain itu juga terdapat penjelasan mengenai bagaimana cara menentukan sampling error. Sumber referensi dari paper ini adalah buku karangan Prof.Dr.S.Nasution, M.A. yang berjudul,” Metode Research”. Paper ini jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun akan diterima penulis agar paper ini dapat menjadi lebih baik.

Teknik Sampling

Sebelum menjabarkan teknik-teknik sampling, lebih baik diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sampling. Menurut Prof.Dr.S.Nasution, M.A. sampling adalah memilih sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi.[1] Untuk menentukan teknik sampling yang akan digunakan sebaiknya melalui beberapa pertimbangan seperti; tingkat pengetahuan peneliti mengenai populasi, biaya, besarnya populasi, fasilitas pendukung penelitian dan tujuan penelitian. Secara umum terdapat dua jenis sampling yaitu; probability sampling dan non-probability sampling. Berikut uraiannya :


  1. Probability Sampling

Sampling yang memberikan kemungkinan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dapat dipilih. Ada empat jenis dari probability sampling, diantaranya :

1)      Random Sampling

Sering disebut dengan sampling acakan, namun acakan yang dimaksud bukan pemilihan sampel secara kebetulan atau asal-asalan saja karena pada dasarnya, random sampling ini dilakukan dengan mengikuti prosedur tertentu. Acakan atau random ditekankan pada tiap-tiap individu  dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Karakteristik dari random sampling ini adalah kesempatan yang dimiliki oleh tiap-tiap individu dalam populasi tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur lain untuk dipilih, bisa dikatakan bersifat independen.

Meskipun teknik ini sering digunakan oleh para peneliti, namun kelemahan dari random sampling ini adalah untuk memperoleh data yang lengkap mengenai populasi secara keseluruhan tidaklah mudah. Menurut pendapat saya, teknik ini merupakan teknik yang rumit, saya memberikan contoh dalam melakukan sebuah penelitian dengan sebuah populasi yang terdiri dari 50 hingga 100 orang. Bagaimana cara peneliti untuk mendapatkan data yang lengkap mengenai berapa orang yang memiliki  telepon genggam , berapa orang yang bisa mengoperasikan komputer dengan baik ?. Untuk mendapatkan data-data secara lengkap dari populasi secara keseluruhan memerlukan waktu yang lama.


2)      Proportionate Stratified Random Sampling

Dikenal juga dengan sampling acakan dengan stratifikasi. Dalam teknik ini, populasi biasanya digolongkan menurut cirri-ciri tertentu dan sesuai dengan keperluan penelitian. Penggolongan itulah yang disebut dengan stratifikasi. Biasanya penggolongan dilakukan menurut jenis kelamin, pendidikan dan lain-lain. Setelah itu penentuan sample ditiap kelompok akan dilakukan secara acak.

Kelemahan dari teknik ini adalah makin banyak ciri-ciri yang dimasukkan sebagai dasar stratifikasi, maka makin sedikit jumlah sampel dalam tiap subkategori. Menurut pendapat saya, teknik sampling ini memperbesar kesempatan terjadinya kesalahan dalam penelitian. Peneliti harus melakukan stratifikasi dan untuk itu peneliti diharuskan untuk mengenal tentang populasi terlebih dahulu untuk memperoleh keterangan yang rinci menyangkut subkategori yang dijadikan dasar stratifikasi. Jika peneliti tidak bisa memperoleh keterangan dengan baik, maka kemungkinan klasifikasi tersebut mengandung kelemahan yang mengakibatkan kesalahan penafsiran.

3)      Disproportionate Stratified Random Sampling

Dikenal dengan sampling acakan tidak proporsional berdasarkan stratifikasi. Jika dilihat dari namanya sekilas sama dengan teknik sampling yang kedua yang telah dijabarkan diatas. Tetapi sebenarnya teknik ini memiliki perbedaan yaitu proporsi subkategori tidak berdasarkan atas proporsi yang ada dalam populasi, hal ini dikarenakan subkategori terlalu sedikit jumlah sampelnya.

Kelemahan dari teknik ini adalah kemungkinan terdapat subkategori yang terlalu besar atau terlalu kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan proporsi populasi yang sebenarnya. Menurut pendapat saya, hal itu dapat membuat populasi menjadi terganggu. Selain itu seharusnya peneliti harus dapat mempertanggung jawabkan hasil penelitiannya dengan cara menghindari kesalahan tentang pengklasifikasian populasi.
 

4)      Area Sampling

Dikenal juga dengan sampling daerah. Teknik ini dilakukan jika populasinya tersebar di suatu daerah seperti; Negara, provinsi dan lain-lain. Biasanya teknik ini digunakan oleh peneliti yang melibatkan populasi yang besar dan tersebar didaerah yang luas.

Kelemahan dari teknik ini adalah adanya ketidaksamaan jumlah individu ditiap-tiap daerah. Menurut saya, teknik sampling ini memungkinkan untuk terjadinya kesalahan, bisa saja ada individu yang pindah  dari daerah pilihan I ke daerah pilihan II sehingga individu tersebut masuk sample sebanyak dua kali.

  1. Non Probability Sampling

Teknik ini biasanya digunakan untuk memperoleh data secara umum tentang individu-individu yang tinggal di suatu daerah. Biasanya tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan teknik ini. Adapun yang termasuk non probability sampling adalah :

1)      Sampling Sistematis

Teknik ini memilih sample dari suatu daftar menurut urutan tertentu. Daftar tersebut bisa berupa anggota buruh perusahaan, daftar siswa dan lain-lain. Teknik ini dapat mengurangi kesalahan dalam pemilihan individu dan jika terjadi kesalahan juga tidak akan mempunyai banyak pengaruh.

Menurut saya, teknik ini tidak sebaik random sampling, karena unsur acakan akan diperbesar dengan memilih nomor acakan yang baru tiap kali mencapai jumlah tertentu. Bisa dikatakan, jika dalam random sampling memungkinkan setiap individu dalam populasi mendapat kemungkinan yang sama untuk dipilih, berbeda dengan sampling sistematis yang membuat individu dikesampingkan.

2)      Sampling Kuota

Teknik memilih sampel yang memiliki ciri-ciri tertentu dalam jumlah yang diinginkan. Dalam teknik ini peneliti dapat dengan sengaja memasukkan individu-individu dengan ciri-ciri yang diinginkan peneliti.

Namun menurut saya, teknik ini kurang independen karena peneliti dengan mudah dapat memasukkan individu-individu yang dikenalnya dan kemungkinan terjadinya penyimpangan juga sangat besar. Selain itu ciri-ciri yang dipilih dalam pengelompokkan sampel tidak berdasarkan ciri-ciri yang ada dalam populasi. Jadi, dapat dikatakan bahwa sampel yang diambil bukanlah sebagai perwakilan dari populasi.

3)      Purposive Sampling

Pemilihan sampel dilakukan dengan cermat  dan relevan dengan penelitian, sehingga sampel yang dipilih bisa dikatakan sebagai perwakilan dari populasi. Meskipun sekilas terlihat sama dengan sampling kuota, namun teknik ini jauh lebih cermat dalam melakukan pemilihan terhadap sampel.

Menurut saya, teknik ini tidak memberi kesempatan yang sama pada tiap individu dalam populasi untuk dipilih karena peneliti menentukan kategori pengelompokkan menurut ciri-ciri yang dimiliki oleh sampel tersebut.
 
4)      Snowball Sampling

Teknik ini digunakan jika peneliti ingin menyelidiki hubungan antar individu dalam suatu kelompok atau untuk meneliti penyebaran informasi tertentu dalam suatu kelompok. Namun menurut pandangan saya, dari awal  dalam penentuan kelompok mengandung unsur subjektifitas, jika tidak dipilih secara acak.

  1. Menentukan Sampling Error

Pada umumnya dalam melakukan pencarian sample seringkali menemui kesulitan, misalnya saja; mengisi angket memerlukan waktu, tidak semua orang mau menjadi sampel dan ada banyak lagi kesulitan-kesulitan yang ditemui oleh peneliti. Kebanyakan dari peneliti sering menggunakan random sampling dalam mencari sampel, selain itu random sampling dinilai sebagai teknik yang lebih baik daripada teknik yang lain karena dinilai bahwa sampelnya merupakan perwakilan dari populasi. Meskipun begitu, tidak ada jaminan bahwa sampel-sampel tersebut sepenuhnya representatif. Begitu juga dengan pengiriman angket-angket kepada sample yang dipilih. Dibeberapa kasus, sering terjadi angket-angket yang diberikan tersebut tidak dikembalikan oleh sampel. Dan sekali lagi sampel tidak terjamin representatif lagi. Juga dalam teknik-teknik sampling yang lain.

Uraian diatas disebut dengan sampling error. Peneliti harus dapat memperkirakan atau menafsirkan sampling error sehingga kesalahan dalam sample dapat dihindari. Jadi dapat dikatakan bahwa sampling erorr adalah kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi pada sample yang dapat mempengaruhi suatu penelitian.

Kesimpulan

Secara umum ada dua metode sampling yaitu probablility sampling dan non probability sampling. Probability sampling adalah metode sampling yang memberikan kemungkinan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dapat dipilih. Probability sampling mempunyai empat jenis teknik sampling yaitu Random Sampling, Proportionate Stratified Sampling, Disproportionate Stratified Random Sampling dan Area Sampling. Sedangkan non probability sampling adalah metode sampling yang biasanya digunakan untuk memperoleh data secara umum tentang individu-individu yang tinggal di suatu daerah. Yang termasuk dalam non probability samplinga adalah sampling sistematis, sampling kuota, purposive sampling dan snowball sampling.

Reference

Nasution, S.2008.Metode Research.Jakarta: Bumi Aksara


[1] Prof.Dr.S.Nasution, M.A. “ Metode Research” (Jakarta: Bumi Aksara, 2008),hlm.86.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar