Kamis, 03 Mei 2012

resume buku World Politics karangan Andrew Heywood


Nama                           : Sarah
NIM                            : 0901120186
Jurusan                        : Ilmu Hubungan Internasional
Dosen                          : Yusnarida Eka Nizmi S.IP, M.Si
Mata Kuliah                : Politik dan Ekonomi Internasional
Tulisan ini merupakan resume dari buku “World Politics” karangan Andrew Heywood yang diterbitkan oleh Palgrave Study Guides di New York. Berikut adalah resume dari karangan Heywood.
Isu pemerintahan dunia telah menjadi pusat perhatian sejak tahun 1990an, yang terutama ditujukan untuk organisasi-organisasi internasional pada umumnya dan Perserikatan Bangsa-Bangsa Khususnya. Perkembangan negara-negara tersebut memberikan akibat adanya duniaisasi yang mendorong perubahan dan perkembangan perekonomian dunia. Sehingga mengakibatkan permasalahan yang timbul dimana tidak hanya melalui keputusan negara saja tetapi juga ikut melibatkan faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi negara.
Konsep pemerintahan pertama kali muncul setelah perjanjian wesphalia. Yang paling berkembang adalah pembuatan kebijakan ekonomi yang dikenal berasal dari perjanjian Bretton Woods 1994, dimana sistem ini berusaha untuk menetapkan arsitektur untuk tekanan ekonomi pasca perang dingin internasional dengan menciptakan tiga badan baru yakni: IMF, World Bank (WB), dan GATT ( yang diganti menjadi WTO).

Pemerintahan Dunia
Pemerintahan dunia dideskripsikan sebagai “kumpulan kegiatan yang berhubungan dengan pemerintahan, aturan dan mekanisme, formal dan informal, yang ada pada berbagai tingkat didunia pada saat ini” (Karns dan Mingst 2009). Bentuk dari pemerintahan dunia tersebut banyak diaplikasikan dari sebuah politik dunia, sejak berakhirnya perang dingin. Dalam konteks pelaksanaannya pemerintahan dunia dan organisasi dunia sebenarnya tidak sama, hanya beberapa ahli sering membuat kekeliruan dalam penafsiran keduanya. Karena pada dasarnya tumbuhnya pemerintahan dunia memberikan dampak yang sangat penting bagi perkambangan organisasi internasional.

Ada atau Tidaknya Pemerintahan Dunia
Pemerintahan dunia dapat dipahami sebagai sebuah proses dinamika yang luas dan kompleks yang memiliki interaktif pengambilan keputusan pada tingkat dunia. Ada beberapa pembagian dari pemerintahan dunia, agar dapat memahami dan melihat perbedaan keduanya, berikut adalah bentuk-bentuknya:
-          Anarki Internasional
Anarki internasional sudah menjadi model konvensional untuk dapat memahami politik internasional, dimana asal-usulnya dimulai sejak munculnya Westphalia, yakni mengenai sistem negara pada abad ke-17. Anarki Internasional memiliki pandangan utamanya mengenai sistem internasional adalah dimana tidak adanya otoritas supranasional yang mampu mengatur perilaku negara didunia ini. Negara merupaka sebuah kawasan atau entitas yang berdaulat. Hal ini menyebabkan sistem internasional cenderung dinamis dan rawan konflik, disebabkan dari rasa takut dan ketidakpastian yang berasal dari pengalaman masa lalu (security dillema). Anarki internasional tidak selalu ditandai oleh kekacauan yang tidak berakhir dan tanpa adanya gangguan , tetapi justru sebaliknya membuat munculnya sebuah semangat perdamaian muncul. Ketika adanya keseimbangan kekuasaan yang muncul yang digunakan untuk menghambat negara yang sangat agresif mengejar ambisinya. Anarki internasional juga membuat berkurangnya intensitas perang sejauh mana negara-negara dapat berusaha untuk memaksimalkan keamanan negaranya masing-masing (untuk menghindari perang) dari pada mereka harus memaksimalkan kekuatan.

Tetapi model anarki internasional ini mempunyai kelemahan yakni bahwa sejak tahu 1945 negara diberbagai dunia sudah menggunakan bantuan dari organisasi internasional, yang menunjukan bahwa negara-negara didunia ini telah mulai mengadakan kerjasama berdasarkan aturan dan norma yang bertujuan meningkatkan kepercayaan. Misalnya kerjasama yang dicapai oleh Uni Eropa. Disini diperdebatkan bahwa sistem internasional telah berkembang yang berarti anarki internasional telah berkembang menjadi sebuah masyarakat anarkis yang self-help tetapi politik kekuasaan belum dibuang sama sekali. Disini dapat perlawanan dari orang-orang yang menganut paham realis mengatakan bahwa tatanan internasional dapat dibangun permanen melampaui logika kekuasaan politik.
-          Hegemoni Global
Orang-orang realis selalu mengakui bahwa beberapa tindakan organisasi yang mengenai sistem negara memiliki kenyataan adanya hirarki negara. Tapi pada kenyataannya negara memiliki pehaman yang berdaulat dan memiliki perbedaan yang mencolok dengan organisasi internasional dimana perbedaannya terletak dalam hal sumber daya dan kapasitas yang bisa bersifat kekuasaan. Tidak jarang banyak negara-negara kuat memaksakan kehendak mereka kepada negara-negara lemah, untuk saat ini melalui imperialisme.

Bisa dibilang hegemoni global hanya mengambil ide dari tatanan internasional yang dipaksakan dari atas walaupun selangkah lebih maju. Misalnya saja dari sebuah kekuasaan yang hegemonik memiliki keunggulan dalam militer, sumber daya ekonomi, dan ideologi yang mampu memaksakan kehendaknya kepada sebuah wilayah atau diseluruh dunia. Hal inilah yang membuat negara-negara lemah tunduk dalam imperialisme yang baru dimana berbentuk hegemoni, dengan mengemukan berbagai alasan salah satunya adalah mendapatkan keamanan dan menfaat jika mereka ikut dalam hegemoni negara besar. Adapun hal yang ditawarkan dalam hegemoni global adalah mereka mampu memberikan barang yang bagus atau memiliki kualitas yang baik, sistem keuangan yang stabil, mata uang intenasional yang diandalkan, polisi internasional serta kemampuan untuk menyelesaikan konflik-konflik regional dan banyak hal lainya yang ditawarkan.

Argumen yang lain mengatakan bahwa hegemoni itu merupakan sebuah kunci untuk memahami politik dunia secara modern.begitu juga dengan pertumbuhan organisasi internasional sejak tahun 1945 jarang merefleksikan kemauan lebih besar dari negara-negara pada umumnya untuk bekerjasama, tetapi lebih dari manifestasi dari kemampuan Amerika Serikat untuk mengumpulkan kekuasaan secara struktural. Tetapi selain memainkan peranan yang penting dalam pembangunan organisasi internasional seperti PBB, World Bank, IMF, dan WTO, Amerika Serikat juga memberikan dorongan yang konsisten dalam proses integrasi Eropa. Dominasi Amerika Serikat terhadap lembaga-lembaga pemerintahan global mungkin akan memudar seiring munculnya tatanan dunia yang multipolar.

-          Pemerintah Dunia
Dari semua model politik dunia, pemerintahan dunia paling jarang dapat sesuai dengan struktur dan proses dari sebuah sistem modern dunia. Pemerintahan dunia dapat digambarkan sebagai kerjasama intenasional dalam ketiadaan pemerintahan dunia. Pemerintahan dunia ini telah lama dipikirkan dalam sejarah hubungan internasional, dimulai sejak zaman Zeno dan Marcus Aurelius pada Yunani Kuno dan Roma. Hugo Grotius mengatakan “ nikmat dalam sebuah sistem hukum  adalah mengikat semua bangsa dan semua negara”, sedangkan Immanuel Kant menegaskan “perdamaian abadi dapat diwujudkan melalui federasi negara bebas, tetapi terikat oleh kondisi kerahtamahan yang universal”. Dukungan dari pemerintahan yang federasi telah mendapat dukungan dari Albert Einstein (1879-1955), Winston Chuschill (1874-1965), Bertrand Russell (1872-1970), dan Mahatma Gandhi. Dimana mereka memiliki logika dari terbentuknya ide pemerintahan dunia ini adalah sama halnya yang mendasari pembenaran dari liberal klasik untuk negara (teori kontrak sosial). Satu-satunya cara untuk mencegah konflik antara kepentingan pribadi negara adalah menciptakan kekuasaan tertinggi dunia (Yunker 2007). Adapun kelemahan dari pemerintahan dunia karena tidak realistisnya indikasi dimana menyerahkan kedaulatan mereka kenegara global atau federasi dunia karena masing-masing negara memiliki kedaulatan mereka sendiri-sendiri.
Munculnya pernyataan bahwa pemerintahan dunia tidak dapat diwujudkan karena ada 4 (empat) alasan, yaitu:
1.      Menciptakan prospek yang membenarkan dan terkontrol oleh kekuasaan, yang memiliki makna perubahan menjadi despotisme global.
2.      Mengakibatkan perbedaan budaya, bahasa, agama, dan lain sebagainya. Menimbulkan kemungkin bahwa kesetiaan pada politik lokal atau regional akan selalu tetap lebih kuat dari pada politik global.
3.      Kurang bisa menjamin adanya sikap demokrasi dalam menjalankan pemerintahan dunia.
4.      Teori liberal telah meninggalkan gagasan pemerintahan dunia dengan alasan bahwa keberhasilan pemerintahan dunia akan menyebarkan kosmopoltanisme moral dimana menunjukan bagaimana masalah seperti perang, kemiskinan global dan degradasi lingkungan dapat diatasi tanpa perlu dibentuknya negara global.

Meskipun pemerintahan dunia jarang dianggap menjadi proyek politik tetapi prinsip supranasionalism yang mendukung hal tersebut pasti akan memperoleh pertumbuhan yang signifikan.

            Kontur Pemerintahan Dunia
            Pemerintahan dunia adalah manajemen kebijakan dunia dalam ketiadaan pemerintah pusat. Negara dalam sistem ini bekerjasama dengan sukarela, mengakui bahwa itu untuk kepentingan mereka sehingga mereka mau melakukannya. Pemerintahan dunia berbeda dari hegemoni global, dimana pemerintahan dunia mengandalkan keberadaan otoritas supranasional. Oleh sebab itu dapat digambarkan sebagai sistem kerjasama dibawah anarki (Oye 1986). Adapun bentuk dari pemerintahan dunia meliputi:
-          Polycentrism, memiliki kerangka kelembagaan yang berbeda dan mekanisme pengambilan keputusan diwilayah isu yang berbeda.
-          Intergovermentalism, mencerminkan disposisi umum organisasi internasional terhadap konsensus pengambilan keputusan dan kekuatan mereka yang lemah terhadap penegakan hukum.
-          Terlibatnya aktor campuran, selain negara dan organisasi internasional, pemerintahan dunia juga meliputi LSM, TNC, dan lembaga lain dari masyarakat sipil dunia.
-          Proses multilevel, pemerintahan dunia beroperasi melalui interaksi antara kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga dari berbagai tingkatan.
-          Deformalization, pemerintahan dunia cenderung beroperasi melalui rezim internasional yang berbasis norma dan informal, bukan melalui badan-badan formal yang berupa hukum.

Pemerintahan Dunia: khayalan (mitos) atau kenyataan?
Teori liberal telah berpendapat bahwa adanya kecenderungan kelas dan memiliki kemungkinan yang tidak bisa dipertahankan sehingga mendukung terbentuknya pemerintahan dunia. Kontribusi yang lebih besar diberikan oleh organisasi internasional yang membangun kerjasama dengan negara-negara sehingga ikut terlibat secara kolektif dan mendorong terwujudnya kerjasama lanjutan dengan memperkuat kepercayaan antara negara. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk  perkembangan migrasi internasional dan juga terorisme dunia untuk organisasi kejahatan transnasional yang mendunia.

Ekonomi Pemerintahan Dunia: Evolusi Sistem Bretton Woods
Pemerintahan dunia cenderung terlibat dalam pembuatan kebijakan ekonomi. Karena ekonomi merupakan bagian yang paling nyata dari sifat saling ketergantungan antar negara, dan juga kegagalan dari kerjasama internasional juga terlihat sangat jelas. Perjanjian Bretton Woods diadakan sebelum perang dunia II. Adapun faktor utama dari perjanjian tersebut adalah keinginan untuk tidak akan kembali kepada keadaan  ekonomi yang tidak stabil dan juga kekacauan periode antar perang. Adapun pelajaran yang dapat diambil dari krisis pada tahun 1930an adalah proteksionisme ekonomi yang pada kahirnya merugikan diri sendiri dan memainkan politik yang membahayakan.

Pembuatan Sistem Bretton Woods
Diawali pada tahun 1944 dimana Amerika Serikat, Inggris dan 42 negara lainnya bertemu pada konferensi keuangan dan moneter PBB dikota wisata Bretton Woods, New Hampshire, untuk merumuskan rancangan institusional sistem keuangan dan moneter pascaperang, yang pada akhirnya menghasilkan tiga badan baru sistem keuangan dan moneter, yaitu:
-          Dana Moneter Internasional (IMF), yang berjalan pada maret 1947.
-          Bank Internasional (WB), yang mulai berjalan pada juni 1946.
-          Perjanjian umum tentang tarif dan perdagangan (GATT) pada tahun 1948, dan digantikan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 1995.

Perjanjian Bretton Woods adalah bentuk dari multilateralismeyang semakin menonjol pasca-1945. Amerika serikat tidak hanya memprakarsai perjanjian tersebut juga memaksa beberapa isi utama perjanjian tersebut supaya lebih menguntungkan Amerika Serikat, yakni pertama secara besar-besaran meningkatkan perindustrian persenjataan dan perluasan ekspor dalam jangka waktu lama dan membangun kembali program kerja New Deal Roosevelt yang tertunda dan juga untuk memastikan meningkatnya pertumbuhan dalam negeri. Kedua, AS berpikir dapat meningkatkan kesadaran akan ancaman Uni Soviet dan juga untuk mencegah penyebaran komunisme.
Pusat dari sistem Bretton Woods adalah sebuah tatanan moneter baru yang kinerjanya diawasi oleh IMF dimana mengupayakan nilai tukar yang stabil. Sedangkan bank dunia dan GATT menjadi pelengkap dari tatanan moneter terbaru. Tanggung jawab dari Bank Dunia (WB) adalah memberikan pinjaman untuk negara-negara yang membutuhkan rekonstruksi dan pembangunan. Sedangkan GATT lebih konsentrasi pada perjanjian multilateral dan lebih berperan sebagai organisasi internasional, berusaha untuk menciptakan perdagangan bebas dan penurunan tingkatan tarif perdagangan.
Bertton Woods jelas memberikan jaminan kepercayaan yang mendasar dalam teori ekonomi liberal, terutama tentang perekonomian internasional yang terbuka dan kompetitif. kunci pokok dari ide politik ekonomi klasik khususnya doktrin laissez-faire dimana adanya keyakinan bahwa persaingan pasar yang tidak teratur cenderung mengarah kepada keseimbangan jangka panjang. Disisi lain dibentuknya Bretton Woods karena adanya ketakutan bahwa perekonomian internasional diatur secara tidak stabil dan rawan adanya krisis. Bretton Woods juga berupaya untuk kerangka kerja Keynesian bentuk gaya regulatif bagi perekonomian internasional.
Adapun awal dari keruntuhan Bretton Woods adalah kekalahan kerangka rancangan Keynes sebagai kepala tim Inggris yang bernegoisasi untuk perubahan radikal dalam kesepakatan moneter dan keuangan internasional. Rancangan Keynes lebih menyesatkan sehingga ia di juluki “godfather intelektual IMF” dimana ia mengusulkan pembangunan yang dikenal dengan sebutan Kliring internasional Union, mendirikan sebuah bank dunia dan akan mengeluarkan mata uang sendiri dan dikenal sebagai bancor. Pernyataan yang radikal dari rancangan ini adalah kemampuan secara permanen mengubah ketentuan perdagangan antara negara-negara kreditur dan negara-negara debitur dalam ekonomi internasional. Dimana negara-negara yang mendapatkan surplus dari perdagangan akan meningkatkan nilai mata uang mereka, sehingga meningkatkan impor dan membuat ekspor kurang kompetitif.

Nasib Sistem Bretton Woods
Selama kurang lebih dua dekade sistem Bretton Woods menjadi sesuatu yang berkembang secara luar biasa. Selama masa keemasan pada tahun 1950an dan 1960an negara-negara anggota OECD secara konsisten mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata 4-5 persen per tahun. Bukti adanya stabilitas baru dalam perekonomian dunia diantara lain disebabkan oleh Bretton Woods dan manfaat dari adanya campuran perdagangan bebas, pergerakan modal yang bebas, dan kestabilan mata nilai uang.
Amerika Serikat yang mendapat keuntungan dari perjanjian tersebut. Pada tahun 1950-an sekitar 60% dari seluruh modal saham ang ada diseluruh perindustrian dunia bertanggungjawab untuk sekitar 60% dari seuruh output. Oleh sebab itulah sistem Bretton Woods merupakan salah satu bentuk dari hegemoni AS. Pasca berakhirnya perang yang mulai mereda pada tahun 1960 yang mengarah pada stagflasi pada tahun 1970- an dimana stagnasi ekonomi dan meningkatnya pengangguran terkait dengan terjadi inflasi yang tinggi dan ini tentunya membuat perekonomian AS menjadi terganggu. Tahun 1971 menjadi akhir dari sistem BrettonWoods. Pada tahun 1977 telah menjadi penyebab terbentuknya G-7. Terlambatnya pertumbuhan ekonomi pada 1970-an akhirnya melemah bahkan dalam beberapa kasus berbanding terbalik dengan semakin majunya perkembangan GATT dalam mengurangi hambatan perdagangan dengan negara-negara industri pada khususnya yang disebut dengan hambatan non-tarif.

Mengevaluasi Ekonomi Pemerintahan Dunia
Dana Moneter Internasional (IMF)
IMF didirikan untuk mengawasi tatanan moneter yang baru didirikan dalam perjanjian Bretton Woods. Memiliki tujuan utama yakni untuk mendorong kerjasama internasional dalam bidang moneter dengan menghapuskan pembatasan valuta asing, menstabilkan nilai tukar, dan memfasilitasi sistem pembayaran multilateral antar negara anggota. Sistem ini didirikan berdasarkan pada nilai standar penukaran emas, sedangkan dolar AS bertindak sebagai jangkar. Seharusnya sistem ini memiliki keuntungan yakni bahwa bisnis internasional akan berkembang dalam kondisi stabil, aman dari ketakutan fluktuasi mata uang, dan mengubah nilak ekspor dan impor.
Terjadi transisi pada 1970 yakni perhatian khusus IMF untuk mencegah krisis keuangan . tetapi dalam kenyataannya IMF memberikan pinjaman kepada negara-negara yang mengalami krisis dengan persyaratan yang membuat negara-negara tersebut terus bergantung kepada IMF. Menurut Joseph Stiglitz mengatakan “ ia melakukan kebijakan, karena IMF menanggapi kepentingan dan ideologi keuangan barat”. IMF memang telah menjadi fokus dari kritikan yang lebih luas dari tatanan perekonomian dunia yang merupakan instrumen perekonomian dari negara-negara kuat diutara, seperti TNCs dan konglomerat perbankan internasional. Hubungan kedekatan IMF dengan AS digambarkan dari pemilihan wakil direktur pertama selalu saja orang AS.

Bank Dunia (WB)
Merupakan mitra dari IMF. Mempertimbangkan kekuatan negara dalam perekonomian dunia. Bank dunia memiliki fungsi dasar yakni redistributif yakni dengan memberikan pinnjaman dengan bunga yang rendah untuk mendukungan rencana-rencana pembangunan besar seperti energi, telekomunikasi, dan transportasi dan menyediakan bantuan. Berbagai macam program yang diadakan oleh bank dunia telah menuntaskan masalah kemiskinan sejak tahun 2002, dengan melakukan negoisasi dengan negara penerima, dimana pinjaman digunakan untuk meningkatkan kontrol lokal dan akuntabilitas dan perencanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.


Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)
WTO dibentuk pada tahun 1995, pengganti GATT yang didirikan pada tahun 1947. GATT sendiri muncul sebagai dasar dari tatanan perdagangan pasca perang dunia sebagai akibat dari kegagalan dibentuknya organisasi perdagangan dunia (ITO) yang diusulkan PBB. Pada awalnya GATT hanya sebagai seperangkat norma dan aturan, apalagi hanya fokus membahas pengurangan hambatan tarif terhadap barang-barang impor yang manufaktur. Prosedur GATT untuk menyelesaikan perselisihan antra mitra dagang juga sangat lemah. Pembentukan awal dari WTO itu sendiri diusulkan pada putaran atau kejadian yang terjadi di Uruguay, dengan memberikan penambahan sehingga menjadikan WTO sebuah organisasi perdagangan internasional yang lebih kuat. Tetapi walaupun ada keunggulan WTO, ternyata juga terjadi kritikan terhadap WTO menyatakan bahwa WTO dituduh beroperasi dalam struktur pengambilan keputusan yang sistematis dari negara maju untuk negara berkembang. Tapi hal tersebut membuat kebangkitan perekonomian China yang menjadi anggota WTO pada tahun 2001 berhenti pada tahun 2009, karena tidak setuju terhadap perkembangan pertanian dan tekstil, dimana AS dan UE tidak mau menghentikan proteksionisme mereka terhadap pertanian dan tekstil China. While Free berpendapat bahwa perdagangan bebas membawa kemakmuran bagi semuanya, karena dalam proses kemungkinan perang menjadi kecil, tapi sebagian orang melihat perdagangan yang adil sebagai sebuah penyebab ketimpangan struktural.

Mereformasi Sistem Bretton Woods
(Tata Kelola Ekonomi Dunia dan Krisis 2007-2009)
Setelah melihat kebelakang adanya gejolak ekonomi pada tahun 1930-an, 1960, 1980-an, dan krisis keuanga asia pada tahun 1997-1998, begitu banyak kritikan yang ditujukan karena kegagalan sistem perekonomian dunia untuk memberikan peringatan yang memadai mengenai ancaman krisis. Yang jadi persoalan saat ini adalah krisis keuangan pada tahun 2007-2008 dimana menimbulkan serangkaian masalah yang lebih menantang. Merupakan bentuk kapitalisme yang modern dalam dunia yang lebih parah dari krisi 1930-an. Dimana krisis ini menyebabkan panggilan untuk mendesak reformasi dari perencanaan tata kelola perekonomian dunia. Reformasi harus dibatasi pada akses-akses neoliberalisme merupakan sesuatu yang mustahil pada konsensus Washington.
Adanya usulan tyang lebih radikal lagi dari liberal cosmopolitan yang menginginkan bukan hany reformasi kerangka tetapi lebih kepada reformasi sepenuhnya dengan pemerintahan dunia yang baru untuk menggantikan badan yang cacat seperti IMF, WB, dan WTO. Sedngkan kelompok anti-kapitalis berpandangan dari pada menyoroti kekurangan dan kegagalan dalam tata kelola, mereka lebih menyoroti ketidakseimbangan dan ketidak setaraan yang terjadi pada diri yang bersangkutan. Perekonomian dunia diperlukan karena merupakan retribusi besar kekayaan dan kekuasaan baik dalam masyarakat nasional dan ekonomi dunia.
Pada bulan april 2009 dibenttuklah sebuah dewan stabilitas keuangan (FSB) yang beranggotakan negara-negara G-20, yang memiliki tujuan untuk berkoordinasi ditingkat global dan memiliki otoritas keuangan nasional dan internasional, penetapan standar dan proses mempromosikan pelaksanaan peraturan yang efektif, dan pengawasan kebijakan dalam sektor keuangan.  

Hambatan Dalam Mereformasi
Adanya manajemen awal krisis oleh G-20, koordinasi tindakan yang cepat di tingkat domestik untuk menyelamatkan sistem pebankan dan mendorong gaya Keynesian meskipun kebijakan reflasionary tampaknya lebih efektif. Faktor selanjutnya adalah perubahan keseimbangan kekuasaan dalam perekonomian dunia. AS tidak memiliki kemapuan untuk melakukan orientasi ulang  perekonomian yang ada, hanya dapat memperbaiki pereekonomian mereka sehingga kembali stabil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar